Saturday, May 3, 2014

Pemerintah Harus Tingkatkan Anggaran Beasiswa Pendidikan, Kata Ketua Pemuda Muhammadiyah


RIMANEWS - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mengatakan pemerintah perlu meningkatkan pemberian beasiswa kepada staf pengajar dan mahasiswa berprestasi untuk mendapat pendidikan lanjutan ke universitas-universitas terkemuka di negara lain "Pemerintah tidak boleh ragu menghabiskan anggaran untuk beasiswa. Sebab, pemberian beasiswa adalah investasi jangka panjang yang diyakini akan berhasil dalam waktu singkat," kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi di Jakarta, Jumat (2/5).
Menurut Saleh, dengan memberikan kesempatan staf pengajar dan mahasiswa belajar pendidikan lanjutan di negara lain, ilmu yang mereka dapatkan dapat diterapkan di Indonesia setelah mereka kembali.
Hal semacam itu, kata Saleh, sudah dilakukan beberapa negara seperti negara tetangga Indonesia.
"Kalau negara tetangga bisa, mengapa kita tidak bisa?" tanyanya.
Menurut Saleh, kebijakan nasional di bidang pendidikan yang mengalokasikan anggaran 20 persen dari APBN belum berbanding lurus dengan kualitas.
"Harus diakui bila dibandingkan dengan negara lain, pendidikan kita masih tertinggal, tidak usah melihat negara-negara maju, dengan negara tetangga saja pendidikan kita masih di belakang," tuturnya.
Saleh mengatakan anggaran pendidikan yang dialokasikan dalam APBN masih lebih banyak digunakan untuk membiayai rutinitas penyelenggaraan pendidikan. Belum terlihat adanya inovasi-inovasi baru dalam pengelolaan pendidikan.
"Padahal, pendidikan adalah aset besar untuk mempercepat pembangunan di masa depan," ujarnya.
Pada Hari Pendidikan Nasional yang diperingati pada 2 Mei, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat memberikan ucapan selamat kepada para insan pendidikan.
"Selamat hari Pendidikan Nasional untuk pengajar yang berdedikasi dalam pendidikan dan anak-anakku yang semangat belajar dan mengharumkan nama bangsa," kata Presiden dalam akun Twitter @SBYudhoyono pada Jumat.
Dalam sejumlah kesempatan Presiden menyampaikan pemerintah berkepentingan dan mempunyai kewajiban untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan nasional antara lain dengan mengalokasikan 20 persen anggaran APBN untuk pendidikan, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.
Pemerintah juga menginginkan peningkatan kemampuan dan daya saing anak-anak Indonesia di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dibandingkan dengan anak-anak dari belahan dunia lainnya.

Share On:

0 komentar:

Post a Comment

Berilah komentar anda dengan bijak